Berbisnis Via Internet, Syubhatkah?

Jumat, 06 Juli 20120 komentar

Banyak orang yang masih menyimpan tanda-tanya besar tentang bisnis memlalui internet. Apakah bisnis jenis ini bisa menjanjikan, bukan hanya keuntungan finansial, melainkan juga spiritual, ataukah justeru harus dijauhi? Tidak sedikit yang bersikap sarkastis ketika seorang kawan menawarkan sebuah peluang usaha online via e-mail atau laman facebook-nya. Namun, tidak sedkit juga yang langsung tancap gas. Ketika pulang dari Solo, adik saya pernah bercerita tentang seorang bapak yang menjadi gunjingan para tetangga yang tampil hidup di atas rata-rata namun tidak terlihat keluar rumah untuk bekerja. Biasalah..., ketika ada orang yang tidak terlihat hidup berkecukupan tetapi tidak tampak keluar rumah untuk banting-tulang, sering menjadi gunjingan masyarakat sebagai orang yang memelihara tuyul atau pelaku ritual babi ngepet.... Kembali ke soal bapak tadi. Setelah ditelusuri, ternyata pekerjaan sehari-harinya hanyalah berada di depan layar internet. Ia pun menjelaskan bahwa segala kekayaan yang diperolehnya bukanlah hasil dari memelihara tuyul dan praktik syirik dan terlarang sejenisnya, melainkan dari bisnis online yang ia tekuni. Tidak dipungkiri, internet adalah ibarat pisau bermata dua. Salah satu sisinya bisa memudaratkan pelakunya, sementara sisi yang lainnya bisa membawa manfaat dan keuntungan luar biasa. Bisnis via internet tidak hanya memiliki potensi keuntungan yang besar, tetapi juga bisa menjadi alat untuk meraih keberkahan dan pahala. Tetapi sayang,banyak orang yang masih melewatkan potensi ini.
Dalam salah satu hadis riwayat Imam Ahmad, Rasulullah saw. bersabda, Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan terampil (profesional). Barangsiapa bersusah-payah mencari nafkah untuk keluarganya, dia serupa dengan mujahid di jalan Allah 'Azza wa Jalla.
Cobalah Anda menemukan "ide dasar" dari hadis di atas.Orang yang bersungguh-sungguh mencari nafkah untuk keluarga--terlebih lagi untuk kemaslahatan umat--disejajarkan dengan mujahid. Medan jihad tidak hanya perang-suci, tetapi dengan kemahamurahan-Nya, Allah Ta'ala menunjukkan lahan-lahan yang lainnya, seperti medan pendidikan, politik, dan sosial. Medan ekonomi tentu saja termasuk dalam hal ini. Jihad ekonomi bukan hanya akan meningkatkan tarap hidup umat Islam, melainkan juga akan menciptakan sistem ekonomi yang lebih berkeadilan. Salah satu "lahan" untuk mencari nafkah pada abad modern--ketika lahan-lahan pertanian sudah mulai menyempit--adalah ladang garapan yang bernama internet. Bisnis dengan media ini menjadi sebuah harapan baru dari sekian banyak pilihan bisnis. Bisnis online tentu saja harus dilakukan dengan memperhatikan ketentuan-ketent
uan serta kode etik syariah.(Bersambung)
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Alfabeta Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger